Jumat, 20 Mei 2011

Pesantren Membentuk Manusia Yang Benar dan Pintar

RMI NU Brebes - Ramadan adalah media pendidikan karakter yang di dalamnya Allah SWT mengajarkan kejujuran, kedisiplinan, tanggungjawab, kepedulian sosial, produktivitas waktu untuk kebaikan, kebersamaan, dan tolong menolong antar sesama. Pembangunan karakter inilah yang akan mengantarkan kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Lembaga pendidikan manapun seyogianya memprioritaskan pendidikan karakter di atas yang lain. Salah satu lembaga pendidikan yang menjadikan pendidikan karakter sebagai prioritas adalah pesantren.

Pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat. Figur seorang kiai menjadi icon pesantren. Kedalaman ilmu, kesantunan laku, dan kemuliaan perilaku menjadi daya tarik masyarakat untuk mengaji kepada kiai dan memasrahkan anak-anaknya untuk belajar langsung di tempat kiai.

Pesantren Membentuk Manusia Yang Benar dan Pintar - RMI NU Brebes
Pesantren Membentuk Manusia Yang Benar dan Pintar - RMI NU Brebes


Pesantren Membentuk Manusia Yang Benar dan Pintar

Dus, kiai berperan ganda, sebagai ilmuwan yang mengajari ilmu agama kepada para santri dan masyarakat dan sebagai figur sosial yang membimbing perilaku masyarakat dalam berakhlakul karimah. Dua peran ini membuat pengaruh kiai di masyarakat sangat kuat sehingga petuah-petuah kiai menjadi inspirasi perilaku para santri dan masyarakat.

RMI NU Brebes

Dalam konteks ini, keteladanan menjadi sarana efektif pesantren dalam melakukan transformasi moral, selain transformasi keilmuan dan sosial. Keteladanan bisa dijumpai dalam berbagai kegiatan, seperti shalat berjamaah, mengaji bersama, bersalaman sambil mencium tangan kiai, mendudukkan kepala saat sowan kiai, berkata jujur, suka bersih-bersih, dan bergotong royong dalam kerja bakti pesantren.

Pendidikan karakter ala pesantren ini menjadi solusi dekadensi moral akut yang menimpa bangsa ini. Pesantren membentuk manusia yang bener dan pinter, tidak hanya bener tidak pinter atau pinter tidak bener. Bener dan pinter adalah kombinasi ideal sumber daya manusia yang dinamis, produktif, dan kompetitif yang dibutuhkan bangsa ini dalam mencapai era kejayaannya di masa depan.

RMI NU Brebes

Bener tidak pinter membuat manusia pasif, sedangkan pinter tidak bener membuat manusia mudah tergoda penyakit yang mematikan, seperti korupsi, seks bebas, minum-minuman keras, kriminal, dan perbuatan negative-destruktif lainnya.

Inilah tugas agung pesantren yang senantiasa relevan di tengah gegap gempira era globalisasi. Figur-figur besar pesantren seperti KH. M. Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab Hazbullah, dan KH. Bisyri Syamsuri adalah sosok pembangun moral dan keilmuan yang mempunyai peran kemasyarakatan dan kebangsaan yang tinggi. Wallahu a’lam bish shawwab. [RMI NU Brebes]

KH Abdul Ghaffar Razien, M.Ed, ketua PP. RMI NU dan Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati

Naskah artikel pendek ini merupakan versi asli dari artikel yang dimuat di rubrik Halaqah Tribun Jateng bekerjasama dengan RMI NU Jateng tanggal 4 Juli 2016. Versi cetak berada di halaman 5.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/pesantren-bentuk-manusia-benar-dan.html

Semoga dengan adanya blog ini dapat memberikan wawasan kepada kita semua, untuk lebih hati-hati dalam memilah berita di dunia maya. Untuk itu, selalu tabayyun terlebih dahulu..


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Brebes sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Brebes. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Brebes dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock