Senin, 04 April 2011

Licik, Ini Cara Pengkaderan Islam Radikal di Solo

RMI NU Brebes - Tidak banyak orang yang mengetahui kalau elemen radikalis, baik yang pro maupun anti ISIS, berkembang di Surakarta. Sejak dulu, kota ini memang diberi catatan sebagai wadah berkembanganya Islam radikal mengingat sejarah kelam DI/TII yang juga pernah moncer di sana.

Sumber RMI NU Brebes menyebutkan, bisnis parkir adalah cara yang digunakan oleh kelompok radikal untuk menghidupi dirinya. Tidak sulit menemukan tukang parkir bercelana cingkrang di kota Solo, katanya. Ini yang tidak banyak disadari oleh masyarakat sekitar.

Menurut sumber RMI NU Brebes yang tidak mau disebutkan namanya tersebut, ia pernah pernah mendapati ada tukang parkir di mal berakronim HM, malah memakai kaos ISIS. Itu jauh sebelum ISIS jadi isu yang ramai di media.

Licik, Ini Cara Pengkaderan Islam Radikal di Solo - RMI NU Brebes
Licik, Ini Cara Pengkaderan Islam Radikal di Solo - RMI NU Brebes


Licik, Ini Cara Pengkaderan Islam Radikal di Solo

Bukan hanya dari parkir, cara lain mereka bisa hidup mandiri adalah dengan menjadi backing (pelindung) tempat hiburan malam dan pij4t plus. Terdengar seperti cerita di film-film mafia memang, tapi kenyataan bisa dibuktikan oleh sumber redaksi RMI NU Brebes itu.

RMI NU Brebes

Yang menarik, cara yang digunakan kelompok radikal dalam rangka merekrut anggota, ternyata menggunakan kekerasan juga. Konfirmasi sumber RMI NU Brebes kepada pelaku (anggota laskar), ditemukan pengakuan bahwa pengkaderan dimulai dari razia (judi, mabuk, dll), lalu korban akan dipukuli hingga minimal babak belur. Bahasa yang mereka gunakan adalah "di bag-bug dulu".

RMI NU Brebes

Beberapa hari kemudian, korban "bag-bug" tersebut akan didatangi kelompok mereka yang berpenampilan halus. Mereka mendekatinya dengan menanyakan sakitnya dimana, kenapa, lalu diberi uang dan obat-obatan sebagai penyembuh luka hasil "bag-bug" tadi.

Ia tidak sekali saja datang ke rumah korban. Berkali-kali kelompok kedua setelah laskar "bag-bug" selesai beraksi, akan silaturrahim ke rumah korban. Kadang mereka datang bersama tokoh yang disegani oleh korban. Saat itulah mereka melakukan pengamatan kepada keluarga korban. Cerita-cerita keluarga korban akan dijadikan pintu masuk melakukan langkah lebih lanjut.

Jika ada keluarganya yang tidak bekerja, dengan baik dan santun, mereka akan menawari pekerjaan, tukang parkir misalnya. Tapi, tidak gratis. Syarat untuk mendapatkan pekerjaan itu harus mengikuti pengajian rutin mereka. Dari sinilah, pengakaderan dimulai sedikit demi sedikit hingga menjadi kader militan.

Cara menandai wilayah target, pun unik. Basis teritorial wilayah yang akan jadi pusat "dakwah"nya, akan dikasih tanda khusus. Sebelum marak ISIS di media, cara mereka menandai adalah dengan mural-mural bendera dan lambang ISIS. Mural-mural itu sempat didokumentasikan oleh Tempo.co pada 4 Agustus 2014. Ini salah satunya:

Gambar mural isi di solo

Sebuah tembok dengan mural bergambar simbol Islamic State of Iraq and Siria (ISIS) di kawasan Tipes, Solo (4/08/2014)

Sumber foto: klik Tempo.co Tidak ada tindak lanjut dari pihak aparat ketika itu. Baru setelah ramai di media sosial dan media massa, tindakan diambil, walau mural simbol ISIS tersebut sudah lama terpasang di sana. Kini, lanjut sumber RMI NU Brebes, pusat gerakan mereka ada di Ngruki, sekitar wilayah ponpes ustadz Ba'asyir.

Banser setempat yang sudah mengetahui hal ini pun, katanya, tidak mengambil tindakan apa-apa dulu. Tidak bisa disalahkan memang, tapi disayangkan juga jika hal itu tidak ditanggapi serius. Jika hal ini terus dibiarkan, maka, sel-sel kecil pengakaderan Islam garis keras di Surakarta akan terus berkembang dan mengancam keutuahan NKRI. Bersambung! [RMI NU Brebes]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/licik-ini-cara-pengakderan-islam-radikal-di-solo.html

Semoga dengan adanya blog ini dapat memberikan wawasan kepada kita semua, untuk lebih hati-hati dalam memilah berita di dunia maya. Untuk itu, selalu tabayyun terlebih dahulu..


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Brebes sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Brebes. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Brebes dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock