Minggu, 12 Februari 2006

Pemimpin Harus Punya Target Jelas

Purworejo, RMI NU Brebes. Untuk meningkatkan skill kepemimpinan, puluhan pemuda dan pemudi Karang Taruna Desa Kemranggen Bruno, Purworejo, Jawa Tengah mengisi Ramadhan dengan mengikuti Pelatihan Leadership, di desa tersebut pada Ahad (21/7).

Kegiatan yang diselengarakan KKN Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Karang Taruna Kemranggen ini mendatangkan ketua Karang Taruna sekaligus wakil ketua DPRD Purworejo, Angko Setiarso Widodo dan Ahmad Naufa Khoirul Faizun, mantan ketua PC IPNU Purworejo.

Pemimpin Harus Punya Target Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin Harus Punya Target Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)


Pemimpin Harus Punya Target Jelas

Naufa yang mengisi sesi pertama dengan materi kepemimpinan, menegaskan bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki visi, cita-cita dan target demi kemajuan anggota, komunitas atau rakyatnya.

Pemimpin harus tahu kemana organisasi atau rakyatnya mau dibawa kemana. Ia juga mesti punya visi, impian, target yang jelas dan realisasi yang nyata. Selain itu, ia juga harus memiliki inovasi dan kreatifitas untuk dapat berakselerasi, tidak normatif dan monoton, ungkap Naufa.

RMI NU Brebes

Naufa juga menjelaskan, bahwa ada tiga parameter pemimpin dalam membuat kebijakan yaitu keadilan (al-adalah), kesetaraan (al-musawah) dan kemaslahatan (al-mashlahah). Selain itu, kebijakan yang dibuat seorang pemimpin, pemerintah atau imam harus berorientasi pada kemashlahatan umat atau umum.

RMI NU Brebes

Mengutip teolog Islam Imam Ghazali, Naufa menjelaskan bahwa yang dimaksud kemaslahatan umum dalam fiqh itu adalah lima prinsip dasar dalam Islam (ad-dharuuruyyah al-khamsah) yaitu, hak beragama atau memilih agamanya; hak memperoleh kehidupan yang layak; hak berpikir (hak intelektual); hak bereproduksi, dan ; hak kepemilikan harta.

Kelima prinsip dasar ini di dalam fiqh benar-benar harus diperjuangkan, bahkan jika dalam perjuangan mempertahankan hak atau lima prinsip dasar tersebut seseorang meninggal maka ia layak disebut mati syahid, jelasnya.

Dalam sesi kedua, Angko yang mengisi materi kekarangtarunaan berharap agar Karang Taruna mampu memunculkan potensi yang ada pada pemuda dan potensi desa.

Karang Taruna harus menjadi motor perubahan di desa. Di desa Kemranggen ini saya melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan, seperti wisata alam yang masih asri, off road, merpati balap dan keseniannya, ungkap Angko.

Menurut Jhon Wesly Bangun selaku ketua panitia dari KKN UGM, kegiatan ini digelar untuk melatih soft skill pemuda dan pemudi Karang Taruna desa Kemranggen yang merupakan bagian dari program KKN. Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar ditengah suasana bulan puasa. Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa tokoh masyarakat, ketua organisasi kemasyarakatan dan pemuda.

Redaktur : Abdullah Alawi

Kontributor: Sukabul Al-Barnawi

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46054/pemimpin-harus-punya-target-jelas

RMI NU Brebes

Semoga dengan adanya blog ini dapat memberikan wawasan kepada kita semua, untuk lebih hati-hati dalam memilah berita di dunia maya. Untuk itu, selalu tabayyun terlebih dahulu..


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Brebes sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Brebes. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Brebes dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock