Sabtu, 27 Mei 2017

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi

Jakarta, RMI NU Brebes. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Asep Irfan Mujahid menjelaskan bahwa ada tiga yang akan menjadi titik pijak dalam memimpin IPNU selama tiga tahun ke depan.

Melaksanakan apa yang menjadi mandat kongres, itu yang pertama. Yang kedua, menjabarkan visi misi saya (ketika menjadi calon Ketua Umum IPNU dulu), dan merangkum masukan dari rekan-rekan pusat dan daerah, tutur Asep kepada RMI NU Brebes saat diwawancarai di Kantor IPNU Lantai 5 Gedung PBNU.

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi

Menurutnya, ketiga hal tersebut akan diwujudkan ke dalam beberapa agenda seperti penguatan organisasi dan kaderisasi. Ia berupaya untuk menerbitkan beberapa regulasi untuk mendorong adminsitrasi yang tertib dan menjadi pedoman tata kelola administrasi di berbagai tingkatan.

Adapun untuk membangun disiplin organisasi, kita menekankan kepada seluruh unsur pimpinan untuk senantiasa melakukan penguatan dan pengembangan sayap-sayap IPNU, katanya.

RMI NU Brebes

Selain itu, laki-laki asal Ciamis tersebut akan memperkuat dan membangun kembali tata nilai kaderisasi. Ia akan menekankan pada format pelaksanaan kaderisasi yang berbasis pada doktrin Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah menerapkan nilai-nilai aswaja pada kader-kader IPNU.

RMI NU Brebes

Kalau berbicara doktrin itu tidak ada tawar menawar. Ini qunut, ini tahlil, faidahnya dan dalilnya ini. Berbeda kalau bicara pada tataran ideologi ideologi. Kalau ideologi kan kerangkanya, kenapa ini bisa qunut? jadi akan semakin mengembang kajiannya, papar Asep.

Doktrin Ahlussunnah wal Jamaah ini menjadi nafas besar, landasan besar dari pelaksanaan kaderisasi IPNU selama tiga tahun ke depan, lanjutnya.

Asep menilai bahwa kaderisasi secara formal adalah tugas dan tanggungjawab bersama pengurus baik tingkat pusat maupun daerah. Ia menyerukan kepada pimpinan IPNU yang ada untuk mengadakan dan memperkuat sektor kaderisasi.

Jadi ini (kaderisasi formal) bukan hanya tugas pusat atau daerah saja. Ini tugas kita semua, pungkasnya.

Agenda terdekat yang akan dilaksakan PP IPNU adalah Rakornas (Rapat Kordinasi Nasional) organisasi dan kaderisasi. Tujuan dari agenda ini adalah untuk merapihkan kembali metode yang berkaitan dengan tata kelola organisasi dan kaderisasi serta mensinkronisasikan program-program antar Bidang dan Lembaga IPNU. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66900/ipnu-fokus-benahi-organisasi-dan-kaderisasi

RMI NU Brebes

Kamis, 04 Mei 2017

Faktor Gus Dur Bertindak dengan Pendekatan Kebudayaan

Jakarta, RMI NU Brebes. Nia Sjarifudin dari Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) menilai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sangat kuat dalam integritas kebudayaan. Dia menyampaikan hal itu pada diskusi bulanan Forum Jumat Pertama (FJP) Jaringan Gusdurian, Jl. Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat Jumat (04/03) di Griya Gus Dur, dengan Gus Dur dan Kearifan Lokal.

Nia berpendapat, kuatnya integritas Gus Dur dipengaruhi pendidikan keluarga yang berada dalam lingkup Nahdlatul Ulama (NU). Keluarga Gus Dur menghargai kearifan lokal dan tradisi Nusantara yang dalam kajian-kajian dewasa ini dikenal dengan Islam Nusantara.

Faktor Gus Dur Bertindak dengan Pendekatan Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Faktor Gus Dur Bertindak dengan Pendekatan Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Faktor Gus Dur Bertindak dengan Pendekatan Kebudayaan

Gus Dur, masih menurut Nia, tidak hanya mendewa-dewakan ilmu pengetahuan agama Islam yang dimilikinya. Sebagai orang Jawa yang merupakan bagian dari Nusantara, menyebabkan karakter Gus Dur semakin lengkap.

RMI NU Brebes

Karakter kebudayaan Gus Dur semacam itulah yang memengaruhi sikap, pandangan, dan tindakan politik Gus Dur sebelum, ketika, dan saat menjadi Presiden. Saya menyaksikan proses dialog antara Gus Dur dengan teman-teman dari Papua di Istana Negara, kenang Nia.

Gus Dur dengan pendekatan persuasif menggunakan identiatas kebudayaan. Gus Dur memperbolehkan nama Papua (sebagai nama untuk wilayah yang sebelumnya Irian Jaya).

RMI NU Brebes

Saat warga Papua meminta diakui lagu daerahnya, Gus Dur menyilakan mereka. Gus Dur menganggap semua suku mempunyai lagu kedaerahan, demikian juga warga Papua.

Itu sebabnya sampai sekarang pun bagi warga Papua, Presiden Indonesia adalah Gus Dur. Di rumah-rumah di Jayapura, foto Gus Dur masih dipasang.

Pada bagian lain, Nia menceritakan pendapat Gus Dur terhadap Undang-undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi. Gus Dur melihat UU tersebut berbahaya. Soal pornoaksi dan pornografi, sudah jelas Gus Dur dan siapa pun tidak setuju dan menolak kalau ditunjukkan di depan umum.

Namun, yang Gus Dur tidak sukai adalah apabila UU tersebut akan menyebabkan terjadinya diskriminasi dan pemberangusan budaya dengan penyeragaman. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66276/gus-dur-sangat-kuat-dalam-integritas-kebudayaan

RMI NU Brebes

Kamis, 09 Maret 2017

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan

Cirebon, RMI NU Brebes. Pengurus harian Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon terus berupaya melebarkan organisasi di sekolah dan pesantren. Mereka membentuk komisariat di MTs dan MA Manbaul Hikmah dan SMP, SMK, dan MA As-Shighor Pondok Pesantren Gedongan, Pangenan, Cirebon, Sabtu (11/2).

IPNU dan IPPNU yang berbasis pesantren dinilai cocok untuk membentuk komisariat di sekolah tersebut. Terbentuknya komisariat di sekolah itu diharapkan mampu merangkul sekolah-sekolah yang berada dalam naungan pesantren.

Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU Pangenan Bentuk Komisariat di Pesantren Gedongan

Pengasuh Pesantren Gedongan KH Mamad Sugiarto berharap, siswa dan siswi sekolah itu dapat aktif dan menjadi anggota IPNU dan IPPNU yang loyal, massif, dan progresif. Dia mengatakan, sudah banyak sekali kader IPNU dan IPPNU di Kabupaten Cirebon yang menjadi tokoh penting.

Ketua IPNU Kabupaten Cirebon Muhammad Mumin melalui Wakil Ketua Kaderisasi Hamdan Tsani Tyo mengatakan, IPNU dan IPPNU dinaungi berkah ulama sehingga siapapun yang ikhlas berkhidmat di IPNU dan IPPNU niscaya akan menjadi seorang tokoh dan mendapat keberkahan.

RMI NU Brebes

RMI NU Brebes

Menurut Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon Nurjannah, pembentukan komisariat-komisariat di sekolah bertujuan untuk regenerasi tunas NU dan keberlanjutan roda pergerakan di organisasi NU ke depannya. Untuk itu, Nurjannah bertekad membentuk sedini mungkin komisariat di setiap sekolah demi keberlanjutan organisasi NU ke depannya.

Proses regenerasi pimpinan NU dimulai dari sekolah-sekolah. Kalau kami berhenti melakukan pengkaderan, maka proses regenerasi pemimpin NU akan terputus, ujarnya.

Namun, untuk membentuk komisariat IPNU dan IPPNU di sekolah, menurutnya, butuh perjuangan keras. Hal itu dikarenakan ada sebagian pelajar yang masih belum mengerti dan tidak memahami apa dan bagaimana IPNU dan IPPNU. Namun, pihaknya berjanji untuk terus melakukan sosialisasi mengenai organisasi pelajar NU itu.

Apapun yang terjadi kami akan terus membentuk komisariat IPNU-IPPNU di sekolah-sekolah, pungkasnya. (M Syakir Niamillah/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75368/pelajar-nu-pangenan-bentuk-komisariat-di-pesantren-gedongan

RMI NU Brebes

Minggu, 19 Februari 2017

Ratusan Muslim NTT Doakan Gaza

Kota Kupang, RMI NU Brebes. Pengurus NU dan sejumlah pemimpin ormas Islam di Nusa Tenggara Timur bersama ratusan warga kota Kupang menyayangkan tindakan brutal Militer Israel ke daerah sipil Palestina. Dalam kesempatan buka puasa bersama di aula kediaman Gubernur NTT, Senin (14/4), mereka melantunkan doa untuk perdamaian di Timur Tengah.

Ketua MUI NTT H Abdul Kadir Makarim mengatakan di hadapan tamu undangan, Kita turut berduka atas apa yang dialami muslim di Gaza. Saat ini, operasi dan serangan Israel seperti hukuman missal bagi warga Gaza yang tidak berdosa.

Ratusan Muslim NTT Doakan Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Muslim NTT Doakan Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)


Ratusan Muslim NTT Doakan Gaza

Ia menilai PBB lamban merespon tindakan agresif Israel terhadap palestina. Pemerintah RI harus berperan aktif terhadap penyelesaian ini. Karena, bagaiamana pun Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya muslim terbesar di dunia.

Mari kita mendoakan saudara kita. Semoga Allah memberikan pertolongannya, minta H Kadir kepada para hadirin.

RMI NU Brebes

RMI NU Brebes

Menurut H Kadir, warga Gaza seperti terkurung di penjara di mana Israel sebagai pemegang kunci. Sehingga, ratusan korban tewas di kalangan anak dan wanita. Mereka mengalami luka berat dan luka ringan.

Kendati Gaza dan Palestina begitu jauh dari Indonesia, tetapi kita di sini merasakan pedih dan sakitnya penderitaan saudara-saudara kita di sana. Air mata jatuh menyaksikan anak kehilangan ayah dan ibu. Demikian sebaliknya, ujar H Kadir. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53285/ratusan-muslim-ntt-doakan-gaza

RMI NU Brebes

Jumat, 10 Februari 2017

Pengasuh Pesantren Ploso: Banyak Fitnah, NU Harus Bersatu

Kediri, RMI NU Brebes. Pesantren Al-Falah Ploso adalah lokasi kedua di Kediri yang dikunjungi Tim Kirab Resolusi Jihad 2016, pada Ahad (16/10) pagi. Ketua tim H Isfah Abidal Aziz menyampaikan tujuan kedatangan tim, yakni silaturahmi dan meminta wejangan.

Pengasuh Pesantren Al-Falah KH Nurul Huda Jazuli berkenan memberikan sambutan. Ia menyatakan sangat gembira atas kehadiran tim. Ia berharap perjalanan tim kirab akan membawa barokah, hikmah, faidah, serta makna yang berarti untuk perjuangan para santri pembela akidah ahlusunah wal jamaah.

Pengasuh Pesantren Ploso: Banyak Fitnah, NU Harus Bersatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengasuh Pesantren Ploso: Banyak Fitnah, NU Harus Bersatu (Sumber Gambar : Nu Online)


Pengasuh Pesantren Ploso: Banyak Fitnah, NU Harus Bersatu

Jangan sampai santri dan NU bergeser dari tujuan awal dan ajaran aswaja yang sudah sejak dahulu dipelihara para kiai dan ulama, kata Kiai Nurul Huda.

Menurut Kiai Nurul Huda, saat ini banyak fitnah terhadap NU. Tetapi NU harus tetap dijaga. NU hadir untuk keselamatan dan kelanggengan ajaran aswaja.

RMI NU Brebes

Harus pula disadari NU dan santri paling menjadi andalan dalam membantu kondusifitas dunia. Dengan kata lain, keamanan dunia berada di tangan NU dan para santri. Selama NU dan santri belum bergeser dari tujuan awal, insya Allah dunia aman.

Ia mengatakan, seandainya pergeseran itu terjadi, maka akan sangat berbahaya. Karena satu per satu kiai meninggal dunia, santri muda harus bersiap mengambil peran menjadi penerus.

RMI NU Brebes

Selanjutnya, antara kiai dan santri harus saling mendukung. Dalam hal ini saling memberi nasihat berlaku baik dari atas (kiai) maupun ke bawah (santri). Tidak perlu lagi hanya kiai yang memberi nasihat, sementara santri diam saja. Sebab santri paling tahu keadaan dan kemajuan terkini. Saran-saran yang memang baik dari santri kepada kiai adalah diperlukan.

Kiai Nurul Huda mengharapkan kekompakan antarkiai. Jangan karena bukan pengurus, lalu tidak mau membangun NU lagi.

Semua itu bertujuan dalam perjuangan mempertahankan NU dengan semboyan li ilai kalimatilah. Semboyan itu menandakan bahwa kita berjuang demi Allah.

Di penghujung sambutan, Kiai Nurul Huda berharap tahun-tahun mendatang, pelaksanaan kirab bisa lebih ditingkatkan dan dipersiapkan lebih baik. Apabila hal itu bisa terlaksana akan menunjukkan kekuatan dan kebesaran NU.

Sambutan kunjungan ke Pesantren Al-Falah Ploso ditutup dengan doa oleh KH Zainudin Jazuli. Tim kemudian meneruskan perjalanan yakni ziarah ke makam KH Ahmad Sidiq dan KH Hamim Jazuli (Gus Miek), untuk selanjutnya ke makam Presiden RI Soekarno di Blitar. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72040/pengasuh-pesantren-ploso-banyak-fitnah-nu-harus-bersatu

RMI NU Brebes

Kamis, 26 Januari 2017

52 Pelajar Baiat Jadi Kader IPNU IPPNU

Jombang, RMI NU Brebes. Sebanyak 52 pelajar resmi menjadi kader IPNU-IPPNU Jombang setelah mereka lulus mengikuti masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan telah melakukan baiat sebagai kader baru IPNU-IPPNU.

Makesta digelar oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Diwek dan Jombang Kota selama dua hari, di Graha Gur Denanyar Jombang, 2-3 Januari kemarin.

52 Pelajar Baiat Jadi Kader IPNU IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
52 Pelajar Baiat Jadi Kader IPNU IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)


52 Pelajar Baiat Jadi Kader IPNU IPPNU

Ketua Panitia Choirul Anam mengatakan, kegiatan Makesta kali ini dilakukan untuk membangkitkan dan menanamkan semangat bagi pelajar NU dalam mengembangkan Sumberdaya mereka. Kegiatan ini lanjutnya diikuti dari utusan ranting yakni dua PAC IPNU dan IPPNU.

Mereka digembleng mental dan fisik serta intelektual dalam organisasi untuk mencetak kader yang militant selama dua hari,tuturnya.

RMI NU Brebes

RMI NU Brebes

Beberapa materi disampaikan diantaranya adalah ke-NU-an, Aswaja, kepemimpinan serta keorganisasian. Disamping materi indoor, peserta juga mendapatkan materi out door atau diluar ruangan, imbuhnya.

Muhyidin salah satu pemateri ke-NU-an dan keaswajaan mengatakan, kader IPNU dan IPPNU merupakan masa depan NU. Sudah seharusnya semangatnya mengikuti KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Hasbullah serta KH Bisri Syansuri.

Beliau pendiri NU asal Jombang ini tidak mengenal lelah, tidak mengenal waktu untuk berjuang demi kemaslahatan ummat, Dan Kader Ini harus menjadi manusia yang bermanfaat untuk yang lainnya, tuturnya seraya menyitis sebuah hadits Khoirunnas Anfauhum Linnas.

Usai mendapatkan materi indoor, peserta makesta juga di gembleng secara fisik dengan bentuk renungan pagi. Peserta diwajibkan menghafal mars IPNU-IPPNU selanjutnya peserta juga diajak bergelut dengan tanah comberan yang harus dilewati dengan merayap. Belum selesai di pos ketiga peserta di sumpah untuk siap jadi kader yang loyal dan komitmen mengembangkan IPNU dan IPPNU di masing masing ranting di desa.

Anda siap menjadi kader NU, teriak salah satu fasilitator menguji peserta yang langsung disambut serempak, siap!

Kemudian dalam sesi terakhir peserta dikumpulkan untuk berdoa bersama semoga dalam perjuangan selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41624/52-pelajar-baiat-jadi-kader-ipnu-ippnu

RMI NU Brebes

Kamis, 22 Desember 2016

Apa Kabar Anak NU di Internet yang Dulu Tanya Beli Email Dimana yah?

RMI NU Brebes - Tenaga dan pikiran anak-anak muda NU di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, WA, sangat berlebih. Mereka ini betul-betul muda, lahir tahun 1990, yang memang tumbuh di era internet ini. Pada tahun 2000 mereka masih umur 10 tahun, mereka masih bocah. Internet waktu itu masih sepi juga.

Tahun 2005 belum ada Facebook menjamur, saya juga masih pakai Friendster, chatting masih menggunakan Yahoo Massager (YM). Sementara, obrolan yang marak waktu itu adalah mailing list. Mengirim naskah buletin juga masih pakai disket, belum terbiasa menggunakan email. Saya tahun itu masih di Jogja, mengikuti perkembangan NU via grup mailist KMNU. Grup-grup mailist pada modar setelah tahun 2010.

Apa Kabar Anak NU di Internet yang Dulu Tanya Beli Email Dimana yah? - RMI NU Brebes
Apa Kabar Anak NU di Internet yang Dulu Tanya Beli Email Dimana yah? - RMI NU Brebes


Apa Kabar Anak NU di Internet yang Dulu Tanya Beli Email Dimana yah?

Tahun 2010, bocah NU (Ibnu: ikatan bocah NU) sudah jadi aktivis IPNU-IPPNU lanjutan. Yang di kampus sudah ber-PMII. Nah, mereka inilah yang menggerakkan NU di internet. Mereka fasih dengan bahasa internet, tidak seperti warga NU yang lahir tahun 80, 70, bahkan 60-an ke bawah, yang masih terbolak-balik antara internet dan internit, yang masih bingung dimana harus membeli email.

Tahun 2015, mereka sudah banyak yang jadi sarjana. Sekali lagi, merekalah yang aktif kencang di dunia internet, seiring kencangnya dunia. NU Online dulu diduga yang paling banyak membacanya adalah non NU. Dugaan itu muncul karena banyaknya serangan, baik terbuka atau tidak. Dugaan itu kini lenyap, seiring pertumbuhan warga NU yang ber-internet.

Lima tahun lalu, NU Online hanya dibaca 5000-an, sekarang lebih dari 20.000. Siapa pembacanya? Ya anak-anak NU yang sekarang usia 25-an tahun itu (perlu dipastikan lewat survei). Ini adalah peningkatan yang luar biasa dibandingkan dengan 10 tahun lalu.

Bahkan, radio streaming kini juga sudah marak di mana-mana. Waktu NU Online membuat radio streaming, masih banyak yang tanya begini, "AM atau FM, Kang?". Sekarang, mereka sudah pada punya radio streaming sendiri-sendiri.

Saat Hakim Jayli dan Savic Ali membikin Nutizen App, warga NU makin mapan di internet. Anak-anak NU tidak ragu pegang DSLR, shooting sana shooting sini. Lincah memegang smartphone. Grup-grup bermunculan. Mereka muncul seperti lubang yang disiram.

Sekarang, ya, sekarang! Tidak bisa ditunda lagi kita bergerak mengedukasi secara massif (kalau kecil-kecil sudah dilakukan) agar sikap dan perilaku kita di internet tidak hanya sehat, tapi juga mampu membedakan mana berita dan mana yang fitnah. Mana amar maruf dan mana yang propaganda politik.

Internet bukan lagi dunia maya, sebagian besarnya sudah realita. Salam hangat. [RMI NU Brebes]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/apa-kabar-anak-nu-di-internet.html

Selasa, 20 Desember 2016

Atasi Kriminalitas, GMNU OKU Timur dan Pesantren Gelar Istigotsah

Sumatera Selatan, RMI NU Brebes. Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU), PMII, beserta santri dari beberapa pesantren dan elemen organisasi tingkat daerah setempat mengadakan Istighotsah untuk Keamanan Daerah OKU Timur. Selain memperingati Sumpah Pemuda, istigotsah digelar untuk mendesak aparat keamanan setempat mengatasi sejumlah tindakan kriminal yang meresahkan warga.

Kegiatan dilaksanakan di halaman Mapolres OKU Timur Senin (28/09) pagi. Istighotsah dipimpin Ketua PC GP Ansor OKU Timur Ahmad Makmun. Kegiatan ini mengangkat tema utama Jangan Biarkan OKU Timur Jadi Lumbung Gerandong dan Narkoba Sumatera Selatan!

Atasi Kriminalitas, GMNU OKU Timur dan Pesantren Gelar Istigotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Kriminalitas, GMNU OKU Timur dan Pesantren Gelar Istigotsah (Sumber Gambar : Nu Online)


Atasi Kriminalitas, GMNU OKU Timur dan Pesantren Gelar Istigotsah

Gerandong merupakan istilah warga setempat untuk perampasan.

Doa bersama diikuti 189 orang. Mereka terdiri dari santri pesantren dan aktivis GMNU OKU Timur. Tak kurang 300 orang personel Polres OKU Timur beserta Kepala dan jajarannya mengikuti istigotsah.

RMI NU Brebes

Kegiatan ini didasari keprihatinan atas maraknya aksi perampasan sepeda motor, peredaran narkoba dan senjata api di OKU Timur, Sumatera Selatan.

RMI NU Brebes

Aksi ini dimotori PCNU dan PC GP Ansor yang didukung oleh pesantren-pesantren dan elemen-elemen organisasi serta masyarakat OKU Timur. Tujuan utamanya adalah untuk mempertanyakan keamanan OKU Timur dengan maraknya gerandong, sekaligus meminta aparat penegak hukum dan aparat pemerintah daerah termasuk kepala daerah untuk bertindak tegas dan tuntas dalam menyikapinya, terang Ahmad Makmun usai istighotsah. (Dedy Mardiansyah/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47892/atasi-kriminalitas-gmnu-oku-timur-dan-pesantren-gelar-istigotsah

RMI NU Brebes

Senin, 05 Desember 2016

Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi

RMI NU Brebes - Di awal tahun baru ini, ijinkan saya menulis sebuah refleksi singkat mengenai "rumah" yang bernama "Indonesia". Saya tegaskan sekali lagi, Indonesia itu adalah "rumah bersama". Sejak awal, penghuni rumah ini sudah warna-warni, baik dari sisi etnis maupun agama. Sejak awal pula, bukan hanya kaum Muslim saja yang berkeringat memperjuangkan dan mempertaruhkan harta-jiwa-raga demi rumah Indonesia ini. Berbagai macam agama, ras, dan etnis turut memberi kontribusi bagi pendirian rumah ini.

Penegasan ini penting saya lakukan untuk mengingatkan kita semua karena belakangan ini, lantaran didorong oleh kepentingan dan motivasi politik-ekonomi-ideologi tertentu, sejumlah tokoh, ormas/lembaga, dan kelompok agama, khususnya Islam, berusaha mengklaim dan membajak "rumah" ini dengan mengatakan bahwa kaum Muslim-lah yang memperjuangkan dan membangun Indonesia ini dan karena itu wajib atau harus "dinomorsatukan". Tanpa deklarasi kewajiban menomorsatukan umat Islam-pun sebetulnya kaum Muslim sudah dinomorsatukan selama ini.

Bacalah (kembali) secara pelan-pelan sejarah rumah Indonesia tercinta ini. Para tokoh bangsa yang terlibat persiapan kemerdekaan negara ini bukan hanya tokoh-tokoh Muslim seperti Bung Karno, Hatta, Natsir, Sjajrir, Yamin, Agus Salim, Kiai Wahid Hasyim, Kiai Abdul Wahab Chasbulah, dlsb. Tetapi juga para tokoh non-Muslim seperti Johannes Leimena, A.A. Maramis, Johannes Latuharhary, I Gusti Ketut Puja, dlsb. Pula, bukan hanya tokoh berdarah Arab seperti Abdurrahman Baswedan atau Hamid Algadri saja yang memperjuangkan kemerdekaan tetapi juga para tokoh Tionghoa seperti Oey Tiang Tjoe, Oey Tjong Hauw, atau Laksamana John Lie Tjeng Tjoan.

Ingat juga bahwa para pahlawan bangsa yang mengobarkan semangat perang, perjuangan, dan perlawanan terhadap Belanda bukan hanya para tokoh Muslim saja tetapi juga non-Muslim. Bukan hanya tokoh-tokoh Muslim saja yang ditangkap, disel, atau dibuang oleh Belanda tetapi juga non-Muslim. Simaklah sejarah heroik Ignatius Joseph Kasimo, I Gusti Ketut Jelantik, Martha Christina Tiahahu, I Gusti Ngurah Rai, Agustinus Adisucipto, Arie Frederik Lasut, Bernard Lapian, Herman Johannes, dan masih banyak lagi.

Para tokoh Muslim dan non-Muslim dari berbagai suku dan daerah bahu-membahu memperjuangkan negara kita tercinta, baik dengan cara perlawanan bersenjata maupun politik diplomasi. Tanpa mereka semua, Indonesia tak pernah ada. Oleh karena itu sungguh tidak pantas dan menyakitkan jika ada sebagian dari para tokoh agama dewasa ini yang mengklaim Indonesia adalah "produk umat Islam" saja.

Karena rumah Indonesia ini dibangun oleh dan hasil jerih payah dari berbagai tokoh agama dan etnis, maka sudah seharusnyalah jika mereka semua mendapatkan hak-hak politik-ekonomi-budaya dan kewajiban yang sama sebagai sesama keluarga dan penghuni rumah Indonesia ini. Mari kita jaga dan rawat Indonesia sebagai "rumah bersama". Jangan sampai rumah indah ini "dibajak" oleh orang-orang dan kelompok arogan, intoleran, dan tidak bertanggung jawab. Kasihan anak-cucu kita kelak di kemudian hari. [RMI NU Brebes]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/menjaga-indonesia-sebagai-rumah-bersama-indonesia-tidak-dibajak.html

Senin, 28 November 2016

Perkumpulan Mahasiswa Kristen Dunia Tanya Resep Damai di Indonesia

Jakarta, RMI NU Brebes. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dan World Student Christian Federation atau Perkumpulan Gerakan Mahasiswa Kristen Sedunia (WSCF) dari Kanada berkunjung ke Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) di Lantai 4 Gedung PBNU, Senin (7/11) siang. Mereka ingin menggali lebih dalam bagaimana toleransi berjalan di Indonesia.

Tampak hadir PMKRI, Hikmahbudi, Pengurus Mahasiswa Hindu, dan ormas pemuda lainnya. Mereka berbagi dan menganalisa kerukunan umat beragama serta menjaga-mengelola keberagaman bangsa di Indonesia untuk diterapkan di Canada dan Filipina.

Perkumpulan Mahasiswa Kristen Dunia Tanya Resep Damai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkumpulan Mahasiswa Kristen Dunia Tanya Resep Damai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


Perkumpulan Mahasiswa Kristen Dunia Tanya Resep Damai di Indonesia

Di tengah dialog mereka mengajukan pertanyaan bagaimana Islam yang mayoritas dapat menerima kenyataan keberagaman dan mengayomi agama-agama minoritas? Pertanyaan ini dijawab oleh Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur.

RMI NU Brebes

Menurut Ghopur, keberlangsungan RI dengan keragaman suku, budaya, dan agama ditunjang oleh corak keberagamaan Islam yang dikembangkan oleh NU yang rahmatan lil alamin, moderat, mengayomi, menghargai, dan saling menghormati satu sama lain.

Konsep hubbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman), kata Ghopur.

RMI NU Brebes

Sekjen GMKI Alan Singkali menambahkan bahwa Indonesia merupakan laboratorium keberagaman dan toleransi yang menjadi rujukan negara-negara lain untuk belajar tentang itu semua.

Karenanya WSCF dan Gereja Kanada bertandang ke PBNU. Sudah semenjak dahulu nenek moyang bangsa ini menjaga komitmen hidup sesama dan gotong royong sehingga sampai kini Indonesia masih utuh dengan perbedaan dan kesetaraan itu, kata Alan.

Jordan yang mewakili WSCF menyatakan gembira karena dapat bertemu dengan tokoh-tokoh muda dari organisasi pemuda dan intelektual muda NU. Terutama konsep Pancasila dan Islam NU yang moderat akan mereka bawa sebagai bahan masukan berharga bagi bangsa dan rakyat Kanada, kata Alan.

Ketum GMKI Sahat mengajak Necta Montes, General Secretary World Student Christian Federation (WSCF), serta Jordan Cantwell, Michael Blair, dan Hope Paslowski dari United Christian of Canada (UCC) bersilaturahmi ke Kantor PBNU.

Diskusi ini memberikan perspektif baru dan semangat secara khusus kepada pemuda Indonesia bahwa Indonesia memiliki keunikan dan keunggulan dalam mengelola kehidupan berbangsa dengan berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72764/perkumpulan-mahasiswa-kristen-dunia-tanya-resep-damai-di-indonesia

RMI NU Brebes

Kamis, 03 November 2016

IPNU-IPPNU cadres told to build integrity

Palembang, RMI NU Brebes. Minister of State-Owned Enterprises Dahlan Iskan called for the importance of Nahdlatul Ulama Students Association (IPNU) and Nahdlatul Ulama Girl Students Association (IPPNU) to build intergity which requires a consistent framework of internal moral and rational principles.

"In the future, the importance things are quality, character, and the most important thing is integrity," said Dahlan on the sidelines of IPNU-IPPNU congress in Palembang, South Sumatra recently.

IPNU-IPPNU cadres told to build integrity (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU cadres told to build integrity (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU cadres told to build integrity

Therefore, he called on the NU young cadres to prepare themselves before being future leaders to demonstrate their strength and integrity through action and behaviour.

RMI NU Brebes

"Before, we did not think of (the importance of) this (integrity), we thought the requirements to become a leader are just having ability to flatter (the boss) or popularity, but trust me in coming 5 or 10 years, integrity is the number one requirement," he said.

RMI NU Brebes

Editor : Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41087/ipnu-ippnu-cadres-told-to-build-integrity

RMI NU Brebes

Selasa, 25 Oktober 2016

Gusdurian Malang Sampaikan Pesan Damai di Hari Natal

Malang, RMI NU Brebes. Gusdurian Muda atau Garuda Malang, Jawa Timur, melakukan Kunjungan Natal Damai, Selasa (24/12) kemarin ke Gereja Katedral Ijen dan GKJW Sukun, Malang. Pesan damai dan sikap toleran yang selalu didengungkan Gus Dur akan terus dihidupkan.

Tindakan-tindakan intoleran yang berdasarkan agama mayoritas dan minoritas selalu menjadi ancaman bagi kerukunan beragama di Indonesia.

Gusdurian Malang Sampaikan Pesan Damai di Hari Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Malang Sampaikan Pesan Damai di Hari Natal (Sumber Gambar : Nu Online)


Gusdurian Malang Sampaikan Pesan Damai di Hari Natal

Hal inilah yang ingin kami cegah dengan menciptakan damai antar agama, keberagaman seharusnya menjadi kekuatan bagi bangsa ini, terang Fauzan saat ditemui RMI NU Brebes di sela mempersiapkan kunjungan.

RMI NU Brebes

Fauzan mengatakan, bukan pertama kali Garuda Malang melakukan kunjungan. Dalam forum yang berbeda para penerus pemikiran Gus Dur ini ajeg untuk mengikuti forum antar umat beragama.

Forum yang serupa selalu mendapatkan sambutan baik dari pemuka berbagai Agama di Malang, terlebih ketika kita membedah pemikiran Gus Dur, kawan-kawan dari lintas Agama selalu hadir dan membincangkan gagasan-gasasan toleransi yang dibawa Gus Dur, ujar Fauzan. (Diana Manzila/Anam)

RMI NU Brebes

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48987/gusdurian-malang-sampaikan-pesan-damai-di-hari-natal

RMI NU Brebes

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs RMI NU Brebes sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik RMI NU Brebes. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan RMI NU Brebes dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock